6 Penyebab Baterei Android Cepat Habis

Layar terlalu cerah dan overheat merupakan penyebab utama baterei Android lebih cepat habisBanyak orang tidak mengetahui kenapa baterei smartphone Android cepat habis, bahkan ketika perangkat pintarnya tidak digunakan. Kondisi seperti itu tentunya menyebabkan teka-teki, prasangka buruk sekaligus rasa stress. Sebelum membawa dan mengeluarkan biaya untuk memperbaiki keadaan tersebut, kami akan mencoba mengulasnya untuk anda.

Semenjak peluncuran perdananya hingga hari ini, smartphone Android masih belum meninggalkan teknik penyuplaian daya listrik untuk perangkat pintar tersebut. Meskipun banyak inovasi dilakukan untuk menemukan sumber daya listrik yang efektif, akan tetapi hingga sekarang smartphone Android masih tetap menggunakan jenis baterei yang sama, yakni li-ion.

Teknologi baterei li-ion memang diklaim lebih ramah lingkungan, akan tetapi ketahanan dayanya relatif masih belum bisa mengimbangi perkembangan sistem operasi, hardware pendukung dan aplikasi yang membangun smartphone Android.

Smartphone Android terdiri dari sistem operasi yang dikembangkan secara massal tersedia secara gratis untuk setiap orang. Pengembangan sistem operasi seperti itu tentunya akan menyebabkan fragmentasi. Makanya aliansi memberikan keleluasaan kepada masing-masing vendor untuk memodifikasi sistem operasi tersebut, salah satunya supaya setiap vendor bisa melakukan optimasi sesuai selera masing-masing.

Optimasi yang dilakukan oleh setiap vendor meliputi teknik untuk memaksimalkan sumber daya listrik, karena setiap vendor tentunya memiliki konfigurasi hardware yang beragam yang secara tidak langsung akan menentukan ketahanan baterei.

Terlepas dari optimasi yang dilakukan oleh vendor, kita sebagai pengguna bisa dengan mudah mengidentifikasi hal apa saja yang menyebabkan baterei smartphone Android lebih cepat terkuras. Dan berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkannya :
  1. Kecerahan layar
  2. Aplikasi dan service yang berjalan di background
  3. Pengaktifan beberapa fitur standar di smartphone Android seperti WiFi, GPS, koneksi data seluler, NFC dan Bluetooh
  4. Benchmarking dan tweaking
  5. Aplikasi keamanan dan utilities
  6. Terlalu sering digunakan bermain game
Kenapa kami menempatkan screen brightness (kecerahan layar) di posisi pertama ? Alasannya tidak lain karena kecerahan layar merupakan salah satu faktor yang memiliki andil besar dalam menyebabkan borosnya sebuah smartphone Android. Jika anda ingin ponsel cerdasnya memiliki baterei yang lebih tahan lama, kami menyarankan untuk mengatur kecerahan layar pada posisi maksimal 40% ketika berada di tempat yang minim cahaya.

Penyebab kedua adalah aplikasi yang berjalan di background. Android menyertakan beberapa service dan aplikasi default yang akan terus melakukan melakukan koneksi data untuk memeriksa update/pembaruan, misalnya Gmail dan Playstore. Gmail secara kontinyu akan melakukan sinkronisasi, sehingga ketika ada email baru maka Gmail akan menampilkan notifikasi. Google Playstore juga akan memeriksa apakah tersedia update baru untuk aplikasi-aplikasi serta services yang terinstal di smartphone, jika tersedia pembaruan, maka update tersebut akan di instal secara otomatis (jika anda mengizinkan pembaruan secara otomatis).

Selain aplikasi-aplikasi default, aplikasi non-default juga akan berjalan di background dengan menggunakan sumber daya yang lebih terbatas. Ambil contoh WhatsApp, Facebook dan aplikasi lain yang bersifat online. Jika WhatsApp dan Facebook tidak berjalan di background, anda tidak akan mendapatkan notifikasi pesan masuk ataupun pemberitahuan lain jika aplikasi-aplikasi tersebut tidak dibuka. Dan perlu diketahui bahwa berbagai aplikasi yang berjalan di background ini secara tidak langsung akan mengkonsumsi daya (meskipun relatif kecil), namun daya kecil jika dilakukan secara konstan tentunya akan mengkonsumsi daya yang besar, termasuk baterei.

Faktor ketiga yang membuat baterei smartphone Android lebih cepat habis adalah pengaktifan fitur-fitur standar smartphone Android itu sendiri. WiFi, GPS, NFC dan koneksi seluler akan mengkonsumsi baterei lebih besar jika berada dalam kondisi aktif karena smartphone akan memprioritaskan baterei untuk mentenagai hardware (chips/IC) yang tertanam didalamnya.

Faktor ke-4 adalah proses benchmarking dan tweaking. Meskipun kedua proses ini jarang dilakukan oleh pengguna awam, tapi bagi application developer, pengembang hardware dan hardware reviewer akan menjadi sebuah rutinitas yang sering dilakukan. Bahkan proses benchmarking akan sangat menguras baterei, karena rangkaian pengujian didalamnya ada yang sengaja dilakukan untuk menguras baterei smartphone Android hingga habis.

Sedangkan proses tweaking dilakukan untuk mengoptimalkan konfigurasi hardware dan software, jika anda tidak yakin atau tidak berpengalaman dalam melakukan tweaking, kami menyarankan untuk tidak melakukannya. Sebab konfigurasi yang salah justru akan menyebabkan smartphone Android mengalami anomali sekaligus bisa menyebabkan baterei smartphone lebih cepat habis.

Penyebab ke-5 yang berandil cukup besar dalam menyebabkan borosnya smartphone Android adalah aplikasi keamanan dan utilities, misalnya antivirus.  Perlu kita ketahui bersama bahwa aplikasi yang masuk dalam kategori keamanan akan secara continue melakukan scanning terhadap sistem operasi dan aplikasi lain.

Cara kerja aplikasi keamanan yang seperti ini tentunya akan menyebabkan smartphone bekerja ekstra sekaligus menyedot daya baterei berlebihan. Dan itulah alasan kenapa kami menyatakan bahwa smartphone Android belum terlalu membutuhkan antivirus. Begitu juga dengan utilities lainnya seperti aplikasi yang digunakan untuk mengubah boot screen dan mengubah tampilan ikon di status bar sama-sama memiliki andil besar dalam menyebabkan borosnya baterei.

Penyebab terakhir yang paling banyak tidak disadari oleh pengguna smartphone Android adalah aktifitas bermain game. Kenapa kami memasukkan aktifitas bermain sebagai salah satu penyebab borosnya smartphone Android ? Sebab permainan (terutama game online) secara otomatis akan mengharuskan anda untuk mengaktifkan fitur koneksi internet, baik melalui WiFi maupun koneksi seluler.

Selain itu juga bermain game biasanya akan membuat anda mengatur kecerahan layar pada posisi maksimal. Selain kecerahan layar yang maksimal dan aktifnya fitur-fitur default (terutama koneksi), aktifitas bermain juga akan mengakibatkan CPU (prosessor) dan GPU (prosessor grafik) bekerja ekstra berat, dan hal ini menuntut sumber daya listrik yang sangat besar. Bahkan tak jarang ketika seseorang bermain game, maka smartphonenya akan dicharge sembari bermain game. Iya kan ?

Selain itu juga aktifitas bermain game akan menyebabkan smartphone mengalami overheat (panas berlebih), kondisi smartphone yang panas akan menyebabkan suhu baterei meningkat serta akan mempengaruhi kualitas baterei. Dan jika anda sering bermain game untuk periode cukup lama, maka baterei akan lebih lama di charge, lebih mudah habis, lebih cepat panas dan bahkan susah untuk mencapai nilai 100% seperti sewaktu baru dibeli serta mengakibatkan smartphone Android terasa menurun performanya.

Itulah ulasan dari kami mengenai 6 penyebab borosnya smartphone Android, semoga ulasan ini bisa memberikan tambahan informasi serta bisa membantu menghadapi kemungkinan buruk ketika menggunakan smartphone Android.