Pengertian dan Ciri-Ciri Bloatware Beserta Cara Mengatasinya

Secara sederhana, bloatware bisa diartikan sebagai satu atau beberapa aplikasi merugikan yang di inject ke dalam firmware Android dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi pembuatnya.

Kepopuleran bloatware tidak lepas dari hits dan tidaknya sebuah produk smartphone. Oleh sebab itu kita biasanya akan mudah menemukan aplikasi merugikan ini pada beberapa jenis tiruan smartphone Android yang terkenal, misalnya Samsung Galaxy S replika serta produk ponsel cerdas Android lain dengan merk kurang terkenal.

Bloatware ada yang mendeklarasikan diri sebagai aplikasi yang menggunakan identitas unik, tetapi biasanya akan menyamar sebagai aplikasi populer, misalnya menyamar sebagai Google Store. Sehingga aplikasi ini relatif sulit dibedakan jika menggunakan mata telanjang.

Selain menyamar sebagai aplikasi populer, bloatware juga rata-rata tidak memiliki fungsi lain selain untuk merugikan pengguna. Aplikasi jahat ini sebagian besar hanya berupa shortcut yang akan mengarahkan pengguna menuju website atau mengunduh aplikasi tertentu yang mana konten website serta aplikasi yang di unduh akan menyebabkan smartphone Android menjadi lebih lambat.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri bloatware :
  • Hampir 99% bloatware tidak bisa di uninstall
  • Berjalan diluar kendali pengguna
  • Menggunakan resource Android dalam mode stealth
  • Mengurangi hak akses anda terhadap sistem operasi
  • Menyamar dengan menggunakan ikon aplikasi populer atau 'menggoda'
  • Menyebabkan smartphone Android bertingkah aneh seperti kursor yang bergerak secara acak
  • Membuat ketukan/tapping pada layar/screen
  • Mencuri identitas pengguna dan mengirimkannya kepada si pembuat
Setelah mengetahui ciri-ciri bloatware di atas, anda mungkin bertanya mengenai cara mengatasinya. Berikut ini adalah cara mengatasi bloatware pada smartphone Android :
  • Cari dan gunakan firmware yang benar-benar bersih, jika tersedia...gunakanlah firmware resmi dari vendor yang sesuai dengan jenis serta tipe smartphone.
  • Hindari melakukan flashing firmware yang tidak jelas
  • Jangan tergoda untuk melakukan flash secara sembarangan hanya karena tertarik oleh review yang bertebaran di internet
  • Hubungi pihak yang benar-benar berpengalaman dalam melakukan flashing firmware, sebab biasanya firmware yang bersih relatif sulit untuk didapatkan. Apalagi jika smartphone anda merupakan versi tiruan atau replika.
  • Hindari menggunakan antivirus, sebab antivirus tidak akan sanggup menghilangkan bloatware.
Kenapa kami menyarankan anda untuk menghindari antivirus ? Sebab antivirus Android apapun tidak akan bisa membersihkan bloatware. Karena setiap kali di hapus dari sistem, maka sistem operasi akan menginstal kembali bloatware tersebut tanpa persetujuan dan sepengetahuan anda.

Itulah penjelasan dari kami mengenai definisi, ciri-ciri dan cara mengantisipasi bloatware pada smartphone Android. Semoga informasi dalam artikel ini memberikan manfaat untuk kita semua.