19 Agustus 2017

Ciri-Ciri Komputer Yang Terinfeksi Virus

Setelah membahas mengenai 5 penyebab komputer terinfeksi virus, kali ini kami akan membahas tentang ciri-ciri komputer yang terinfeksi oleh virus.

Meskipun judul artikel ini melibatkan kata virus, namun kami akan melengkapinya dengan tanda atau gejala komputer yang terinfeksi aplikasi jahat serta merugikan lainnya seperti malware dan trojan dengan acuan bahwa karakteristik yang ditimbulkan oleh program-program jahat tersebut tidak begitu jauh berbeda.

Dan berikut ini adalah beberapa tanda atau ciri komputer yang terinfeksi oleh virus :

Menampilkan pesan aneh tanpa campur tangan anda. Komputer yang terinfeksi oleh virus biasanya menampilkan jendela atau notifikasi aneh tanpa melibatkan campur tangan anda.
Pesan tersebut biasanya berupa pesan dari pembuat virus. Informasi atau notifikasi tersebut pada umumnya mengandung beberapa informasi seperti :
  • Nama virus
  • Versi virus
  • Alasan/motivasi dibuatnya virus
  • Pesan tambahan yang sengaja dibuat untuk mengintimidasi anda
Selain itu dalam beberapa kasus ada juga virus yang menampillan pesan palsu bahwa komputer anda sudah terinfeksi virus, aplikasi jahat seperti ini biasanya akan menyarankan anda untuk mengunduh aplikasi tertentu melalui link yang dibuat oleh pembuat aplikasi. Tujuannya macam-macam, dari mulai memenuhi kebutuhan finansial sang pembuat ataupun menyebarkan aplikasi lain.
Ciri-Ciri Komputer Yang Terinfeksi Virus
Komputer menjadi lambat. Selain menampilkan pesan aneh, komputer yang terinfeksi oleh virus juga seringkali performanya menurun, baik secara perlahan maupun dalam waktu singkat.

Ketika anda merasa bahwa komputer anda menjadi lemot atau lambat padahal belum lama melakukan instal ulang, sebaiknya anda segera memeriksa komputer anda dengan menggunakan antivirus. Sebab besar kemungkinan bahwa komputer anda terjangkit oleh virus, malware, trojan atau aplikaai jahat lainnya.

Banyak file yang tidak bisa dibuka, corrupt dan rusak. Ketika anda menemukan beberapa (atau banyak) file seperti aplikasi pengolah kata, pemutar mp3 dan dokumen lainnya, bisa jadi komputer anda sudah terinfeksi oleh virus atau malware, bahkan ransomware.

Jika sudah begini, anda baru sadar betapa pentingnya melakukan backup terhadap data yang ada di komputer.

Jika ada berada dalam situasi seperti ini, silahkan scan komputer anda menggunakan  antivirus yang di load dari cd atau dvd semenjak komputer dinyalakan. Gunakan komputer yang "sehat dan bersih" dari virus sebelum anda mengunduh dan "membakar" file image dari vendor pembuat antivirus.

Kenapa disarankan membersihkan virus, malware atau trojan semenjak booting menggunakan media cd/dvd? Sebab jika anda melakukan scanning tanpa cd/dvd dalam keadaan komputer sudah terinfeksi virus, dikhawatirkan virus malah akan "menempel" atau melakukan injeksi kode jahat terhadap antivirus sehingga virus malah akan semakin menyebar.

Kami menyarankan tindakan ini karena melihat bahwa fungsi self defense yang dimiliki oleh beberapa antivirus populer saat ini belum cukup mampu membendung serangan inject code yang dilakukan oleh beberapa virus. Kondisi ini akan semakin parah jika anda jarang melakukan update database antivirus serta.

Apalagi jika melihat kondisi yang saat ini sedang hangat dibicarakan, yakni ransomware.
Ketika komputer anda terinfeksi oleh ransomware, maka tindakan terbaik adalah melalukan backup data sebelum komputer anda terinfeksi, sebab hingga tulisan ini dibuat belum banyak produsen antivirus yang memasukkan fitur untuk mengatasi beberapa ransomware secara langsung dari antivirus. Intinya anti ransomware masih bersifat individual berupa tool terpisah dari antivirus.

Berubahnya ekstensi, nama dan ukuran file. Kejadian seperti ini merupakan sebuah tanda yang bisa dijadikan indikasi utama komputer anda terinfeksi oleh virus.

Ketika nama, ukuran dan ekstensi berbagai file berubah, maka bisa dipastikan bahwa komputer anda sudab menjadi korban serangan virus.

Kondisi ini juga akan dialami jika komputer anda terserang oleh ransomware.

Komputer yang terserang oleh ransomware namanya akan berubah menjadi acak, bahkan karakternya (hurufnya) ada yang aneh. Selain itu ekstensi file akan menyesuaikan dengan tipe/jenis ransomware.

Partisi harddisk di format. Mungkin saat ini sudah jarang pengguna komputer yang mengalami kejadian seperti ini, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa anda akan mengalaminya juga di masa depan.

Ada beberapa varian virus yang dilengkapi dengan fungsi untuk melakukan proses format terhadap harddisk, flashdisk dan disket.

Proses format yang dilakukan oleh virus (ataupun proses lainnya) biasanya akan dilakukan di jam tertentu.

Maka dari itu lakukanlah backup data secara rutin untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Komputer sering restart sendiri. Komputer yang terinfeksi oleh virus juga seringkali melakukan proses restart dan shutdown tanpa campur tangan anda.

Proses shutdown tersebut ada yang dilakukan di jam tertentu maupun dilakukan ketika virus mendeteksi ada tindakan yang mengancam terhadap eksistensi virus tersebut.

Tindakan restart atau shutdown tersebut dilakukan semata-mata untuk mempertahankan virus tersebut tetap berada di komputer untuk melakukan serangan lainnya. Hal seperti ini bisa kita lihat salah satunya ketika virus Brontok atau Rontokbro menyebar secara massive.

Komputer tidak bisa mengakses website tertentu. Virus juga ada yang dirancang untuk memblokir website tertentu (terutama website para pembuat antivirus terkenal).

Tujuan pemblokiran tersebut tentunya dilakukan supaya para pengguna komputer yang menjadi korbannya tidak bisa mendapatkan informasi atau antivirus dari website pembuat antivirus.

Komputer tidak masuk desktop. Ada banyak virus yang sengaja menghapus beberapa file sistem yang diperlukan untuk booting dan mengakses desktop sehingga para korbannya tidak bisa bekerja.

Kejadian seperti ini memang klasik, tapi masih banyak antivirus yang menggunakan metode seperti ini.

Melakukan duplikasi di berbagai folder. Ada banyak virus yang di program untuk melakukan proses penggandaan dirinya sendiri seperti layaknya amoeba.

Proses ini dinamakan polymorphic, sehingga virusnya dikategorikan sebagai virus polymorphic.

Proses penggandaan tersebut biasanya dengan cara menyembunyikan atau menghapus file asli kemudian menyamarkan (menggantinya) dengan virus.

Proses duplikas ini tentunya harus diwaspadai, sebab sangat merugikan, bisa menbuat data dihapus serta akan menyebabkan media penyimpanan menjadi lebih cepat penuh.

Mencuri identitas dan informasi penting. Anda mungkin akan merasa janggal mendengar poin yang ini, tetapi itulah kenyataannya.

Ada banyak virua yang didesain untuk melakukan proses pencurian terhadap data para pengguna komputer kemudian data tersebut akan dijual atau dijadikan bahan untuk melakukan pemerasan. Dan metode pemerasan ini digunakan oleh para pembuat ransomware.

Melakukan proses mata-mata. Jika anda adalah orang yang sering menggunakan komputer untuk hal-hal yang bersifat pribadi, penting dan krusial, kami menyarankan anda untuk berhati-hati. Sebab ada beberapa virus yang sengaja di program untuk melakukan proses pengintipan atau spying.

Data yang berhasil diintip atay dicuri pada tahap selanjutnya akan digunakan untuk dijual atau bahkan untuk memeras korbannya.

Mungkin itulah beberapa ciri-ciri komputer yang bisa kami jelaskan, semoga artikel ini memberikan tambahan informasi, wawasan, manfaat, pengetahuan dan pengalaman untuk kita semua. Amin.

Terima kasih atas atensi dan kunjungan anda, sampai jumpa di kesempatan yang akan datang dengan artikel informatif lainnya.