10 Juni 2017

Kenapa Istri Sering Marah Tanpa Alasan Tidak Jelas

Mungkin pertanyaan yang tersemat dalam judul artikel ini bukanlah sebuah pertanyaan yang aneh di kalangan orang-orang yang sudah menikah. Dan khusus anda para suami tentunya akan pernah mengalami pertengkaran dengan istri, yang pada akhirnya memunculkan sebuah pertanyaan Kenapa Istri Sering Marah Sebelum Menikah ?

Tapi sebagai suami, anda harus benar-benar melakukan investigasi mendalam sebelum menentukan apakah pertengkaran dalam rumah tangga disebabkan oleh sikap pemarah istri anda atau ada hal lain yang menyebabkannya. Sebab pertengkaran dalam sebuah rumah tangga merupakan sebuah hal yang lazim selama pertikaian tersebut tidak menjadi konsumsi publik.

Bersikap bijaksana, adil dan penuh pertimbangan sangat dibutuhkan oleh anda sebagai suami dalam menyikapi pertengkaran, jangan sampai pihak lain (termasuk orang tua) ikut terlibat dalam permasalahan, sebab jika hal itu terjadi, maka anda dan pasangan akan sangat sulit berpikir jernih dalam menentukan solusi serta keputusan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Kenapa Istri Sering Marah Tanpa Alasan Tidak Jelas
Kembali ke pokok pembahasan, berikut ini adalah beberapa poin yang biasanya menyebabkan istri anda menjadi pribadi yang pemarah :

1. Faktor Keturunan

Sifat adalah sesuatu yang bisa diturunkan, dan hal ini tidak bisa di bantah. Gen yang diturunkan dari orangtua akan bersemayam dalam diri istri anda, dan kondisi tersebut akan lebih mudah teridentifikasi ketika terdapat "faktor penyulut permasalahan" yang "memancing" percikan api kemarahan di dalam istri anda.

Jika sebelum menikah anda pernah melewati fase berpacaran dengan istri anda, seharusnya anda mengenali gejala tersebut semenjak pacaran meskipun anda relatif akan sulit mengetahuinya dikarenakan ketika pacaran anda dan pasangan lebih terbuai dengan berbagai macam keindahan, sehingga hal-hal negatif relatif tidak dipermasalahkan.

Tapi lain ceritanya ketika sudah menjadi pasangan suami istri. Sedikit "bentakan halus" dari istri bisa dianggap sebagai sebuah hal yang sangat menyinggung perasaan anda sebagai suami. Dan ketika anda berada dalam situasi seperti itu, tetaplah ingat bahwa anda sudah berikrar untuk menerima setiap kelebihan serta kekurangan pasangan (istri) anda.

2. Faktor Finansial

Faktor finansial atau perekonomian rumah tangga adalah sebuah hal yang seringkali menjadi alasan pertengkaran sebagian besar rumah tangga, terutama di Indonesia. Ketika kebutuhan rumah tangga relatif jarang terpenuhi sebagaimana mestinya, biasanya seorang istri (bahkan suami) relatif akan menjadi lebih mudah marah. Dan ketika permasalahan finansial tersebut terus terulang dalam periode yang panjang, maka keadaan itu akan mempengaruhi kepribadian (dalam hal ini kepribadian istri) yang mendorong menjerumuskan ke arah yang buruk seperti menjadikan istri anda menjadi lebih mudah marah & tersinggung.

Keadaan seperti ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari anda sebagai suami, sebab meskipun bukan satu-satunya faktor penentu kebahagiaan dalam rumah tangga, akan tetapi kondisi finansial yang terpenuhi dengan baik bisa membantu anda dan pasangan anda tetap mampu memenuhi beragam kebutuhan, baik yang bersifat primer, sekunder ataupun tersier.

3. Kurang Komunikasi

Kesibukan anda sebagai seorang suami janganlah dijadikan alasan utama untuk mengurangi atau menghilangkan komunikasi dengan istri anda. Kenapa? Sebab istri adalah seorang perempuan yang membutuhkan komunikasi, perlindungan, kasih sayang dan perhatian dari anda sebagai suami.

Abaikan sejenak pertandingan sepakbola, dan gunakan setiap waktu luang yang ada untuk berkomunikasi dengan istri anda. Dengan begitu anda sudah menunaikan sebagian hak dan kewajiban anda sebagai suami sekaligus bisa mencegah percikap api kemarahan di dalam diri istri anda.

Komunikasi yang terjalin sempurna antara anda dan pasangan akan membuat istri anda dianggap ada serta merasa diperhatikan. Dan itu adalah penunjang yang baik dalam setiap biduk rumah tangga untuk menghadang beragam pengaruh dan kejadian buruk di dalam rumah tangga.

4. Ada Penghasut

Sebagai seorang suami, anda tentunya menginginkan rumah tangga anda berjalan dengan baik, dipenuhi kebahagiaan, diwarnai derai tawa serta kasih sayang. Tapi jangan lupa bahwa anda dan istri adalah manusia sosial yang akan tetap berinteraksi dengan orang lain, baik itu dengan tetangga, rekan kerja maupun dengan anggota keluarga dari kedua belah pihak.

Dan sebagai manusia biasa, jangan lupakan juga bahwa diluar sana, tanpa sepengetahuan anda, bisa saja (bahkan mungkin) ada pihak-pihak yang tidak senang dengan kebahagiaan rumah tangga yang anda jalin bersama istri anda.

Kondisi demikian akan menciptakan adanya pihak dan pengaruh dari luar yang sengaja ingin membuat anda tidak bahagia. Dan salah satu hal yang bisa mereka lakukan adalah menghasut serta menyulut api kebencian dalam istri anda kepada anda sebagai suaminya.

Anda pastinya pernah atau sudah melihat beberapa rumah tangga yang hancur karena pengaruh negatif yang disebabkan oleh pengaruh dari luar. Maka dari itu anda dan istri harus selalu sedia payung sebelum hujan untuk menghadapi beragam rintangan yang bisa kapan saja datang tanpa diduga sama sekali.

Jika anda tidak bisa menjaga dengan baik, bukan tidak mungkin istri anda akan menjadi sangat benci kepada anda, dan dibalik semua itu anda benar-benar tidak memahami alasan dibalik perubahan yang terjadi dalam diri pasangan atau istri anda, misalnya sikap marah-marah istri anda.

5. Kehadiran Pihak Ketiga

Maksud dari kehadiran pihak ketiga disini bukan hanya tentang WIL atau PIL, tetapi bisa saja pihak lain yang kami sebutkan di poin ke-4.

Kehadiran pihak ketiga memang ibarat duri dalam daging, dan anda sebagai suami harus bisa mengantisipasinya jauh-jauh hari sebelum kondisi tersebut benar-benar terjadi. Sebab pengaruh pihak ketiga seringkali akan sangat lebih mudah ditanggapi oleh istri anda, sehingga beragam kemarahan pun bisa keluar dari mulut istri anda tanpa anda duga sebelumnya.

So itulah 5 poin dari kami mengenai penyebab kenapa istri anda sering marah setelah menikah. Terima kasih atas atensi dan kunjungan anda, sampai jumpa di kesempatan yang akan datang dengan artikel informatif lainnya.