15 Mei 2017

Kenapa Istri Menjadi Keras Kepala Setelah Menikah

Faktor watak, sifat bawaan, kebiasaan semasa kecil, pergaulan, didikan orangtua ataupun rangkaian proses lain yang terjadi yang dialami oleh seorang perempuan sebelum dia berumah tangga bisa menjadi salah faktor yang membuat dirinya menjadi seorang istri yang keras kepala.

Sikap keras kepala bukanlah sesuatu yang bersifat permanen meskipun bisa saja sikap tersebut merupakan sifat bawaan dari orang tua istri anda. Sebab sikap tersebut bisa dikendalikan sekaligus bisa di ubah jika anda sebagai suami memainkan peran sebagai suami secara baik disertai dengan penuh kasih sayang dan kelembutan hati.
Faktor Penyebab Istri Menjadi Keras Kepala
Kondisi yang kami sebutkan diatas pada dasarnya merupakan sebuah hal yang lumrah ditemui dalam biduk rumah tangga. Yang diperlukan oleh anda dan pasangan adalah menjadikan salah satu sifat buruk tersebut sebagai sebuah motivasi untuk tetap mewujudkan rumah tangga yang aman, tenteram, damai dan sejahtera.

Sebagai suami, anda harus tetap berperan pro aktif dalam membimbing istri anda, dengan begitu anda bisa "lebih mudah mendeteksi" salah satu sikap yang mungkin tidak berkenan dengan anda, misalnya sikap keras kepala yang kami sebutkan di atas.

Dengan menyadari peranan anda sebagai seorang suami, maka anda tidak akan merasa bingung ketika berhadapan dengan istri yang keras kepala.

Bimbinglah istri anda secara baik-baik menuju ke arah yang positif, sertakan kelembutan dan ketenangan hati ketika anda mengarahkan istri anda. Dan yakinlah bahwa suatu saat nanti istri anda akan menyadari bahwa sikap keras kepalanya harus dikendalikan dengan menyadari bahwa sikap keras kepala tersebut tidak baik untuk kelanggengan rumah tangga dan kebahagiaan anak-anak serta suaminya.