15 Mei 2017

Kenapa Banyak Perempuan Mau Jadi Istri Kedua

Entah fenomena atau memang sudah menjadi sebuah hal lumrah, namun saat ini kita bisa dengan mudah menemukan ada banyak perempuan (wanita) yang rela dimadu, baik dijadikan istri kedua, ketiga, keempat atau ke-19.

Di Indonesia tidak ada undang-undang yang melarang laki-laki memiliki istri lebih dari satu, tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk para Pegawai Negeri Sipil. Meskipun memang ada seorang laki-laki berstatus sebagai PNS memiliki istri lebih dari satu, bisa dipastikan bahwa pernikahan tersebut adalah pernikahan siri yang tidak diakui keabsahannya oleh hukum.
Kenapa Banyak Perempuan Mau Jadi Istri Kedua
Berikut ini adalah beberapa alasan yang seringkali dijadikan alasan oleh seorang perempuan sehingga dia rela dijadikan sebagai istri kedua oleh laki-laki yang sudah beristri :

1. Memperbaiki Kondisi Perekonomian Keluarga

Kami pernah berkunjung ke sebuah daerah di Indonesia yang kadung di cap sebagai daerah pengekspor wanita cantik ke Ibukota. Disana kami menemukan bahwa kebanyakan wanita tidak merasa risih meskipun dijadikan sebagai istri kedua maupun ketiga.

Dengan alasan untuk memperbaiki perekonomian keluarga, mereka (para wanita) biasanya rela menjadi istri kedua dari seorang lelaki yang sudah beristri.

Meskipun alasan ini terkesan sepele dan bisa dijadikan bahan omongan, akan tetapi fakta membuktikan bahwa perempuan seringkali dianggap sebagai pihak yang harus nrimo.

2. Pola Pikir Yang Terlalu Permissive

Pola pikir permissive yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia adalah salah satu faktor tambahan yang membuat seorang wanita tidak keberatan menjadi istri kedua.

Kondisi di atas akan lebih mudah ditemui di beberapa daerah yang memiliki tingkat perekonomian di bawah rata-rata.

Para orangtua yang memiliki anak perempuan tidak akan merasa keberatan ketika ada seorang pria beristri datang melamar anaknya dengan harapan anaknya mendapatkan kebahagiaan sekaligus bisa menjadi "perantara" untuk memperbaiki perekonomian keluarga.

Sikap permisif seperti ini tentunya bukan sebuah kesalahan fatal, akan tetapi orang tua dan perempuan sendiri harus bisa memastikan terlebih dahulu masa depannya. Terutama jika pria yang datang tidak mendapatkan izin dari istrinya dan anak-anaknya untuk menikah lagi.

3. Demi Melepas Rasa Malu Karena Menanggung Gelar Sebagai Janda

Sebelumnya kami meminta maaf jika poin ketiga ini menyinggung perasaan anda, uraian ini kami tulis semata-mata karena melihat kenyataan bahwa kebanyakan perempuan yang rela menjadi istri kedua memiliki status sebagai janda.

Kami pernah bertanya kepada beberapa orang perempuan yang kebetulan menjadi istri kedua seorang pria beristri. Mereka mengatakan bahwa mereka rela menikah dengan pria yang sudah beristri dikarenakan sudah tidak kuat menahan rasa malu karena digunjing oleh warga hanya karena dirinya berstatus sebagai janda.

Polemik di atas tentunya bukan sebuah hal yang mudah untuk diatasi. Tapi kami harap kejadian seperti ini bisa di minimalisir. Sebab bukan tidak mungkin pernikahan yang dilakukan antara seorang pria beristri dengan wanita berstatus janda akan menyebabkan permasalahan yang sangat rumit, bahkan biasanya jika pernikahan diam-diam tersebut diketahui, maka pertengkaran sengit pun tidak akan bisa dihindarkan.